Senin, 31 Mei 2010

Nama Pengarang : Dra. Anita

Nama Upacara : Kajian Nilai budaya Naskah Lama Dalam Cerita Alif Lailah Walillah Wabilah Nastainu Bilalahi’ Alai Dalam Hikayat Alfalillah Walillah (Hikayat Seribu Satu Malam)

Tahun Terbit : 2003

I. Naskah

Adapun Naskah yang menjadi sumber kajian ini telah diterjemahkan tahun 1991 oleh Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Pontianak Hikayat seribu satu mini ditulis dengan tinta hitam, kertasnya menggunakan kertas HVS (buram) dan naskah tersebut berwarna coklat, bahasa Melayu dengan tulisan huruf Arab, atau tulisan Arab gundul, ukuran naskah 31,5 x 15.5 cm dengan tebal naskah 500 halaman. Tiap halaman rata-rata terdiri dari 14 baris. Naskah lama Alaflillah Walillah ini terdiri 15 judul cerita.

  1. Hikayat Alif Lailah Walaillah Wabillah Nastainu Alla
  2. Seekor Keledai Dengan Seekor Lembu
  3. Dari Hal Seorang Saudagar Dengan Seorang Jin
  4. Dari Hal Seorang Pengail Dengan Seorang Jin
  5. Raja Sakit Dengan Seorang Tabib
  6. Dari Hal Seorang Laki-laki dan Seekor Burung Nuri
  7. Dari Hal Seorang Perdana Menteri Yang Telah Dihukum
  8. Dari Hal Anak Raja Yang Di Pulau Hitam
  9. Dari Hal Tiga Orang Perempuan Siti Bagdad
  10. Dari Hal Seorang Yang Hassad Hatinya Dengan Seorang Sahabat Yang Dengkinya
  11. Cerita Ketika Siti Bagdad
  12. Cerita Siti Aminah
  13. Cerita dari Hal Tiga Biji Empelam
  14. dari Hal Seorang Perempuan Yang Telah Dibunuh Dengan Orang Muda Suaminya
  15. Cerita Nuruddin Ali Dan Badaruddin Hasan.

II. Kajian Isi Naskah

a. Nilai Keagamaan/Ketuhanan

b. Nilai Keimanan

c. Nilai Kasih Sayang/Kesetiakawanan

d. Nilai Rendah hati

e. Nilai Kepemimpinan

f. Nilai Tabah dan Sabar

g. Nilai Budi Pekerti Yang Luhur

h. Nilai Musyawarah

i. Nilai Keberanian

j. Nilai Keadilan

III. Penutup

Dari semua nilai-nilai tersebut di atas ada segi positifnya dan patut untuk kita jadikan suri tauladan bagi pembacaannya dalam mengantisipasi pengaruh globalisasi yang berdampak nengatif terutama ditekankan untuk pribadi, kalangan keluarga dan lingkungan masyarakat luas.

Tidak ada komentar: